Lombok – Dalam acara The 4th Geotourism Festival and International Conference yang diadakan di Lombok dari tanggal 20 hingga 23 Juli 2023, mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Angkatan 2021, Nisa Nursahida, berhasil mencatatkan prestasi gemilang sebagai perwakilan Tim Pusat Riset Kebencanaan Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral Universitas Teknologi Sumbawa. Konferensi tersebut mengangkat tema “Archipelago, Marine, and Geotourism Development for a Livable Planet” yang menarik perhatian para pakar geotourism dari berbagai belahan dunia.
Nisa Nursahida menjadi peserta konferensi sekaligus presenter untuk penelitian yang berjudul “MAPPING LANDSLIDE DISASTER-PRONE AREAS AS AN EFFORT TO DEVELOP SEMONGKAT GEOTOURISM IN SUMBAWA”. Penelitian tersebut diinisiasi oleh Ketua Tim, Pramudya Bagas Utama, S.T., M.Sc., yang juga merupakan dosen Prodi Teknik Lingkungan. Tim peneliti lainnya terdiri dari Dedy Dharmawansyah, S.T., M.T. (Dosen Prodi Teknik Sipil) dan Sayidatina Hayatuzzahra, S.T., M.Eng. (Dosen Prodi Teknik Pertambangan), serta tiga mahasiswa Teknik Lingkungan Angkatan 2021 lainnya, yaitu Angga Satria Adi, dan Fazal Shinwary Revanka.

Konferensi dimulai dengan pembukaan yang meriah, dihadiri oleh peserta dari berbagai negara. Acara dilanjutkan dengan workshop dan seminar yang diisi oleh beberapa pembicara ternama, termasuk Dr. Young dari Geopark Australia dan Mr. Koki Nagata dari Jepang. Kedua pembicara tersebut membawa wawasan yang sangat berharga mengenai pengembangan geotourism di berbagai belahan dunia.
Hari kedua, Nisa Nursahida tampil sebagai presenter untuk penelitiannya tentang “Mapping Landslide Disaster Prone Areas an Effort To Develop Semongkat Geotourism.” Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana timnya menggunakan ArcGIS untuk melakukan pemetaan lereng yang curam di sekitar kawasan wisata geologi Semongkat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pengembangan geotourism yang berkelanjutan dan aman bagi lingkungan. Dengan dukungan teknologi ArcGIS, tim berhasil mengidentifikasi dan memetakan daerah-daerah dengan lereng curam, yang menjadi informasi penting bagi pengembangan geotourism yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Sumbawa.

Tidak hanya berfokus pada konferensi, The 4th Geotourism Festival juga menyediakan kesempatan untuk melakukan field trip geomarine pada hari ketiga. Para peserta termasuk Nisa Nursahida, diajak untuk menjelajahi beberapa lokasi menarik seperti Pulau Bidara, Pulau Kondo, Sama Pulau Pasir, dan Desa Sambelia di Lombok Timur. Field trip ini memberikan pengalaman berharga dan memperkaya wawasan mengenai potensi geotourism di kawasan tersebut.

Nisa Nursahida, setelah mengikuti acara konferensi dan field trip tersebut, mengungkapkan kesan yang mendalam. Ia menyatakan bahwa acara tersebut telah membuka wawasannya tentang pentingnya pengembangan geotourism yang berkelanjutan dan harmonis dengan lingkungan sekitar. Dia juga merasa bangga dapat berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan geotourism melalui presentasinya di hadapan para ahli dan praktisi di bidang tersebut.
Prestasi Nisa Nursahida dalam acara The 4th Geotourism Festival and International Conference menjadi inspirasi bagi mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan lainnya untuk terus berkontribusi dan berprestasi dalam bidang yang mereka geluti. Harapannya, prestasi ini dapat menjadi langkah awal untuk lebih banyak kolaborasi dan penelitian-penelitian berkelas internasional yang membawa manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan secara luas.